Sintang – Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sintang menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Kajian Resiliensi Fiskal dan Pendanaan Alternatif untuk Pembangunan Lestari di Kabupaten Anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas daerah dalam menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus mendorong pembiayaan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
FGD ini mempertemukan perwakilan pemerintah daerah, perangkat daerah pengelola pendapatan, perencanaan pembangunan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Forum diskusi ini menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik baik (best practices), tantangan, serta peluang inovasi pembiayaan daerah di tengah keterbatasan fiskal dan meningkatnya kebutuhan pembangunan.
Kepala Bappenda Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa isu resiliensi fiskal menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas keuangan daerah, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi dan perubahan kebijakan fiskal nasional. Melalui FGD ini, Bappenda Sintang memperoleh berbagai perspektif mengenai strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan basis pajak dan retribusi daerah, serta pemanfaatan instrumen pendanaan alternatif yang tidak membebani APBD secara berlebihan.
Selain penguatan PAD, diskusi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan skema pendanaan inovatif, seperti kemitraan pemerintah dengan pihak swasta, pembiayaan berbasis hasil (result-based financing), serta peluang dukungan pendanaan dari lembaga non-pemerintah dan mitra pembangunan. Skema-skema tersebut dinilai relevan untuk mendukung program pembangunan lestari, khususnya di sektor lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, serta penguatan ekonomi lokal.
Keikutsertaan Bappenda Sintang dalam FGD ini diharapkan dapat memperkaya perumusan kebijakan pendapatan daerah yang adaptif dan berkelanjutan. Hasil kajian dan rekomendasi yang diperoleh akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi peningkatan kapasitas fiskal daerah serta mendorong terwujudnya pembangunan Kabupaten Sintang yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.
Bappenda Sintang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan perangkat daerah lainnya serta jejaring kabupaten anggota LTKL guna mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang sehat, resilien, dan mampu menopang pembangunan lestari jangka panjang.